Category: Kisah-Kisah Motivasi

Bisa Karena Biasa

Ya, bisa itu karena biasa. Sesuatu yang sudah bisa anda lakukan pasti karena anda sudah biasa melakukannya. Itu adalah rumus mutlak untuk segala sesuatu untuk menguasai suatu bidang. Mau apa saja bidang tersebut. Seperti seorang yang ingin belajar mengendarai mobil, jika tidak di biasakan pun pasti tidak akan pernah bisa.  Sama halnya juga dengan kemampuan berbahasa, jika dahulu nya bisa menguasai suatu bahasa tapi jika tidak mulai di biasakan menggunakan bahasa tersebut pasti lambat laun kemampuan tersebut pasti akan hilang, nggak percaya ? contohnya adalah presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Obama dahulunya pernah tinggal di indonesia untuk beberapa tahun, beliau...

Read More

Kemauan dan Konsisten

Entah mengapa keinginan untuk memulai sesuatu yang baik itu selalu berat, padahal sebagaimana di ketahui sesuatu yang baik itu selalu bagus dan bermanfaat nantinya. Dan entah kenapa juga untuk sesuatu yang buruk dan tidak bermanfaat itu selalu mudah, padahal udah pasti di ketahui juga sesuatu yang buruk itu nanti akan tidak ada guna dan manfaatnya. Sebenarnya permasalahannya hanya satu, kurangnya kemauan dan tekad dari dalam diri untuk melakukan sesuatu yang baik itu sungguh-sungguh dari dalam diri orang tersebut. Jika telah timbul kemauan yang kuat dari dalam diri insya allah pasti ada jalan untuk mencapai sesuatu yang baik tersebut. Setelah...

Read More

Sebuah Kisah tentang pengetahuan

Tiba-tiba aku teringat kepada pada sebuah kisah klasik pada zaman dinasti Han, Cina. Kaisar Wen dari dinasti Han mempunyai dua perdana menteri, Zhou Po, perdana menteri senior, dan Chen Ping, perdana menteri junior. Suatu hari kaisar bertanya kepada Zhou Po, “berapa banyak perkara hukum yang terjadi di negara itu dalam kurun waktu setahun ini?“ “Saya tidak tahu” jawab Zhou penuh sesal “Berapakah pengeluaran dan penghasilan tahun ini dihitung dalam uang dan gandum?“ “Maafkan saya, saya tidak tahu” Zhou meminta maaf dengan keringat yang mulai bercucuran Kaisar lalu berpaling kepada Chen Ping dan mengajukan pertanyaan yang sama “Ada pejabat yang bertanggung jawab untuk mengetahui masalah ini” jawab Chen “Pejabat apa?“ “Jika Yang Mulia ingin mengetahui jumlah perkara hukum, Menteri Kehakiman dapat menjawabnya. Jika ingin tahu jumlah uang dan gandum, Menteri Keuangan dan Pertanian dapat menjawabnya.“ “Jika semua ditangani oleh menteri-menteri tersebut, lantas apa tanggung jawabmu?” tanya Kaisar “Saya merasa terhormat menjadi perdana menteri anda. Seorang perdana menteri bertugas untuk membantu kaisar dalam memerintah sebuah negara. Secara eksternal saya membina hubungan kita dengan negara asing, sedangkan secara internal saya mencoba untuk membuat semua orang bahagia dengan memastikan bahwa para pejabat dari berbagai kementrian menjalankan tugasnya dengan benar“ Kaisar Wen sangat senang atas jawaban Chen Ping. Setelah itu Zhou Po bertanya kepada Chen Ping “Kenapa kamu tidak memberitahu saya cara menjawab pertanyaan ini sebelumnya?“ “Sebagai perdana menteri, anda seharusnya tahu apa tanggung...

Read More

Dialog tuhan dan ciptaannya

Dikisahkan dalam sebuah kisah fiksi, pada suatu ketika, Tuhan ingin sekali tahu bagaimana jika semua makhluk tersebut diberi kesempatan memilih hidup sekali lagi, ingin menjadi apakah masing-masing dari mereka? Maka, Tuhan pun bertanya kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Jawaban Tikus, “Jika diberi kesempatan memilih, aku ingin menjadi seekor kucing. Sungguh menyenangkan menjadi kucing, dia bisa bebas merdeka berada di dapur, disediakan makanan, susu, dan dielus-elus oleh manusia.“ Kucing menjawab, “Kalau bisa memilih, aku ingin jadi seekor tikus. Kepandaian tikus mengelilingi lorong-lorong rumah membuat orang serumah kewalahan, dan tikus bahkan bisa mencuri makanan yang tidak bisa aku santap. Sungguh luar biasa sekali menjadi seekor tikus.“ Jawaban Ayam, “Pasti akan sangat menyenangkan menjadi seekor elang. Lihatlah langit di atas sana, elang tampak begitu perkasa mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa luas, membuat semua makhluk iri, ingin menjadi seperti dirinya. Tidak seperti diriku, setiap hari mengais makanan, terkurung dan tidak memiliki kebebasan sama sekali.“ Elang menawab, “Aku mau menjadi seekor ayam. Ayam tidak perlu bersusah payah terbang kesana-kemari untuk mencari mangsa. Setiap hari sudah disediakan makanan oleh petani, diberi suntikan untuk mencegah penyakit, dan ayam begitu terlindung di dalam kandang yang nyaman, bebas dari hujan dan panas.“ Saat pertanyaan yang sama diberikan pada manusia, ternyata perempuan dan lelaki pun memberikan jawaban yang berbeda. Jawaban Kaum Perempuan, “Saya ingin menjadi laki-laki. Pemimpin besar dan orang-orang hebat adanya pasti di dunia laki-laki, menjadi perempuan sangatlah...

Read More

Persahabatan kerang dan mutiara

Dalam kehidupan nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen, dan mau menanggung duka dan suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah jenjang pernikahan yang suci. Namun bisa juga percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar. ———————————————————- Malam itu angin berhembus lembut, permukaan laut tenang, ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut dimana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang. Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain. Tiba-tiba sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget. “Heiii, siapakah kau gerangan“, sang kerang bertanya.“Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu. Siapakah kau ?” tanya sang pasir.“Aku kerang, penghuni dasar lautan ini“, jawab kerang. Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir pasir besarnya. Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut. Sang dewi berkata, “Wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatan mu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut. Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti.“ Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajakan sang dewi...

Read More

OUR FAN PAGE

Subscribe

SPONSOR