Pernah mendengar istilah ADHD ?. ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder adalah merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik. ADHD bisa dialami pada jutaan anak-anak dan seringkali berlanjut sampai dewasa.
Beberapa aspek utama dalam ADHD, yaitu ditemukannya kesulitan untuk memusatkan perhatian dan kebiasaan hiperaktif (perilaku yang tidak bisa diam) – impulsif (kesulitan untuk menunda respon / dorongan untuk melakukan / mengatakan sesuatu yang tidak sabar). Biasanya anak-anak dengan penyakit ADHD ini mengalami kepercayaan diri yang rendah, masalah dalam berinteraksi dengan orang lain dan rendahnya kemampuan di sekolah.
Apa saja sih, tanda-tanda atau gejala anak yang menderita ADHD ?. Yang paling utama adalah gejala kesulitan untuk memusatkan perhatian. Kesulitan untuk memusatkan perhatian ini dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya seperti :
  1. Sering gagal dalam memberikan perhatian pada hal-hal yang detil ataupun bisa juga ketidakpedulian jika berbuat kesalahan dalam berbagai aktivitas.
  2. Sering memiliki masalah dalam mempertahankan perhatian pada pekerjaan atau ketika bermain.
  3. Tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung.
  4. Susah mengikuti petunjuk yang diberikan dan sering gagal dalam menyelesaikan tugas sekolah ataupun tugas-tugas lainnya.
  5. Sering gagal dalam hal pengaturan tugas maupun aktifitas lainnya.
  6. Menghindari atau tidak menyukai tugas-tugas yang membutuhkan upaya mental secara terus menerus seperti halnya tugas sekolah maupun pekerjaan rumah.
  7. Sering kehilangan sesuatu yang sedang dikerjakan, seperti buku, pensil, mainan, ataupun peralatan lainnya.
  8. Mudah bingung.
  9. Sering lupa.
Apakah anda merasa tidak asing dengan gejala-gejala di atas?. Coba anda perhatikan, apakah di sekitar anda ada seseorang yang anda kenal yang kurang lebih mempunyai gejala-gejala seperti di atas?. Ada baiknya anda memperhatikan serius mengenai masalah ADHD ini, karena siapapun penderitanya, mereka pastinya membutuhkan bimbingan dan pengarahan khusus untuk masa depan mereka kelak. Orang-orang itu bisa jadi saudara anda, kerabat, bahkan anggota keluarga ataupun anak anda.
Secara sederhana penderita ADHD ini memang mengalami masalah dalam hal konsentrasi. Itulah sebabnya, jika anda mengamati dengan jeli, mungkin anda akan menemukan beberapa penderita dengan gejala-gejala seperti di atas. Penderita ADHD ini memiliki kemampuan konsentrasi yang rendah, itu sebabnya ia sulit melihat dan mengamati hal-hal secara mendetil (seksama). Setiap orang mungkin dan pastinya sering juga berbuat salah jika harus mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Namun yang khas dari penderita ADHD adalah bahwa seringkali mereka tidak peduli ketika mereka berbuat kesalahan (entah itu menyangkut tugas/pekerjaan mereka ataupun aktifitas kecil misalnya permainan).
Gejala lainnya dari penderita ADHD yang paling sering tampak adalah bahwa mereka cenderung pelupa (berat). Semua orang memang bisa lupa dan lupa itu memang hal yang wajar, namun tentunya anda juga perlu waspada jika terus menerus lupa. Melupakan berbagai hal dengan frekuensi yang cukup tinggi, bisa jadi salah satu gejala bahwa seseorang menderita ADHD. Lupa yang dialami oleh penderita ADHD mungkin tidak bisa dilepaskan dari masalah gangguan konsentrasi. Mereka (penderita ADHD) adalah orang-orang yang sulit untuk fokus/konsentrasi, baik pada saat mereka mendengar, melihat, belajar, ataupun beraktifitas. Sehingga seringkali mereka melupakan sesuatu (meskipun itu hal yang cukup penting dan baru saja mereka pelajari/alami). Kenapa begitu? Tentu saja karena sebetulnya mereka tidak betul-betul fokus pada apa yang sedang mereka lakukan.
Sumber : Mnemonik