Sesuatu yang Ingat Tapi Sering Di Lupakan

Ada seorang kepala keluarga,

bepergian bersama keluarga dengan menggunakan kendaraannya. Suami, istri dan anak-anak. Anak-anak duduk dibelakang, istri duduk disamping.
Saat kendaraan melaju, tiba-tiba ada yang menghentikan.
“Pak, saya mau ikut menumpang bisa ?, saya ini orang kaya nanti jika bapak mengalami kekurangan di dalam perjalanan saya bisa membantu”. Jawab penumpang baru itu.
“Ooo, bisa bisa.. Silahkan naik, Bu tolong pindah kebelakang ya” kata suami kepada istrinya.
Sepertinya yang ingin menumpang kepada kita ini bukan orang sembarangan.
Kemudian istrinya juga dengan wajah cerah ikutmempersilahkan.
Kemudian kendaraan melaju lagi.
Keluarga nampak ceria dengan kehadiran penumpang baru.
Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba ada yang menghentingkan lagi.
“Pak, saya boleh ikut menumpang juga?
“Sang Suami menjawab, Oo bisa bisa… Silahkan naik”.
Penumpang disampingnya dipersilahkan mundur,
penumpang baru duduk disampingnya.
Kali ini, sepertinya yang ikut menumpang juga bukan orang sembarangan.
Istrinya juga dengan wajah cerah ikut mempersilahkan.
Kendaraan melaju lagi.
Tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.
“Pak, boleh saya ikut menumpang ?” Kata seseorang yang menghentikan mobil tersebut
“Wah, maaf sudah tidak muat” kata si suami yang sedang mengemudi.
“Nanti ya kalau sempat saya jemput lagi” kata suami/supir kepada penumpang tersebut
“Iya, sudah tidak muat” kata istri dengan raut tidak senang.
Kendaraan melaju lagi.
Tiba-tiba..
“Stop…” kata seseorang menghentikan.
“Cukup, perjalananmu berhenti sampai disini” Katanya lagi.
“Ka..ka.. Kamu siapa ?” tanya si suami tergagap.
“Aku utusan, dan kami diperintahkan menghentikan kamu sekarang”.
Yupp.. Kita semau sudah tau kelanjutan kisah di atas.. Yaitu Kematiann.. 🙁
To Be Continue
READ  Sesuatu yang Telah pergi