Disadur dari kisah-kisah yang sering terjadi dalam kehidupan kita.

Silahkan merenungi.
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman memberi kabar jika tetangganya telah meninggal dunia. Tidak ada gejala sakit yang jelas, dan sehari sebelumnya masih bekerja seperti biasa. Bahkan malamnya masih ngoborl dengan istrinya. Malam hari tidur ternyata pagi tidak bangun lagi.
“Meninggal mendadak” Kata teman tersebut.
“Berapa Umurnya ?” Tanya teman yang lain, “30 tahunan” Jawabnya.
“Meninggal Mendadak”
Kita semua tentu sepakat, ya Meninggal mendadak. Benarkah meninggal mendadak ?
———————————————————
Kehidupan bagai lilin yang menyala,
sewaktu hidupnya dimatikan oleh suatu tiupan
Kita semua menuju ke akhirat
entah ke arah yang benar atau salah
semua akan sampai ke akhirat.
Kita berfikir,
diri kita terbuat dari daging darah dan tulang, tidak..
Tapi kita terbuat dari waktu,
Jika satu jam meninggalkan kita
sebagian dari diri kita telah hilang,
bagian itu tidak akan pernah kembali
Kita diciptakan dari hari ke hari.
jika sebuah hari meninggalkan kita
sebagian diri kita telah meninggalkan kita
Malaikat maut tidak datang mendadak
Dia telah menunggu bagian tiap bagian waktu yang kita miliki
Apabila diri kita memiliki bagian waktu 30 tahun,
maka sebenarnya malaikat maut telah menunggunya selama 30 tahun.
Penyesalan datang setelah ketiadaan.
Sesuatu yang dianggap biasa,
ketika pergi akan teasa berharga.
READ  Merasa Bodoh Setelah Bekerja