Sebenarnya bingung mau nulis apa, padahal tahu manfaat nulis itu bagaimana. Entah karena belum ada bakat nulis atau karena belum terbiasa. Pokok nya ntah lah.

Padahal kalau di fikir fikir, aku bisa menghasilkan banyak tulisan jika mau. Kebetulan jago ngetik nih. Mengenai kecepatan mengetik boleh di uji, kebetulan iseng-iseng sering ikutan lomba ngetik di typeracer.com, dan alhamdulillah kadang2 juara 1 walaupun lebih sering juara 2 hhe. Ga tau tuh lawan nya apakah orang asli atau palsu. Yah begitulah,
Balek lagi mengenai manfaat menulis. Aku rasa dengan menulis bisa meningkatkan daya ingat, kemudian fikiran jadi lebih terbuka, karena dengan menulis akan merangsang otak agar lebih berfikir dan mencerna atau mengubek ubek isi otak mengenai apa yang akan di tulis, yah begitulah setidaknya yang aku rasakan.
Terkadang kepengen juga merasakan bagaimana orang-orang yang sering update berita atau artikel di kompasiana, kepengen ngerasain bagaimana mereka mengomentari tulisan-tulisan dari penulis lain. Mereka sering berkomentar mengenai rasa-rasa tulisan, bingung juga sih apakah tulisan punya rasa atau tidak. Tapi yang aku fikir pasti ada.
Pengen menulis tiap hari, apa saja dah yang penting bermanfaat. Hitung-hitung bisa menjadi meningkatkan wawasan diri sendiri sukur sukur tulisan yang di tulis bisa membantu orang lain. Tapi ya seperti itu lah, seperti ada sesuatu yang menghalangi untuk menulis. Nggak tau tuh apa, apa itu mungkin yang dinamakan passion. Mungkin passion ku bukan disini.
Tetapi mengingat-ngingat tentang bakat atau tidak, jadi malu melihat singa di sirkus atau topeng monyet yang di temuin di jalanan tadi. Kalau secara logika mereka yang nggak punya akal saja bisa melakukan hal-hal yang di luar nalar kita sebagai manusia, seperti melompat kedalam api untuk singa sirkus, joget seperti penyanyi dangdut bagi topeng monyet dan lain sebagainya aktifitas di luar nalar ktia sebagai manusia untuk binatang2 tersebut. Sedangkan aku, seorang manusia yang insya allah sempurna dan tampan (setidaknya ibu ku yang mengatakan begitu :p dan satu orang spesial lagi tentunya) untuk memulai melakukan aktifitas yang jelas jelas bermanfaat saja belum bisa.. ckckck..
terlalu…
Ok, sebenarnya sudah lama aku mendapati kejanggalan ini. Masalah ini sebenarnya sederhana, yaitu masalah biasa dan tidak biasa. Itu saja. Bisa karena biasa, dan tidak bisa karena tidak biasa. Seperti hal nya naik mobil atau motor, jgn motor atau mobil deh, sepeda misalnya. Untuk pertama kalinya pasti akan kelihatan sulit dan susah, terjatuh untuk pertama kali, kemudiann di coba lagi jatuh lagi dan kemudian di coba lagi sampai bisa. Akhirnya setelah lama mencoba dan terbiasa, kemampuan membawa sepeda pun menjadi hal biasa.
Baiklah, sekedar untuk reminder bagi diri sendiri.
Kamu itu bisa karena biasa, jadi jika belum bisa berarti kamu belum biasa. Kalau mau bisa maka biasakanlah.
Semangat.
0 0 vote
Article Rating