Postingan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya (Mimpi Di siang bolong Training Ke Beijing), jadi ceritanya setelah tiba hari yang ditentukan, keberangkatan ke Beijing tetap dilakukan. Dengan menumpang AirAsia Ke Malaysia nantinya pesawat melanjutkan perjalanan ke Beijing. Bagaimanapun ini merupakan perjalanan pertama keluar dari negeri. Jadi ada sedikit takut atau cemas yang nggak karuan. -_-


Seperti biasa, jika mau bepergian kesuatu tempat. Setidaknya mencari informasi sebelum berangkat kesana. Mengenai penginapan, transportasi atau tempat makan. Jadi semua tempat tersebut sudah terperhitungkan atau setidaknya dapat gambaran bagaimana keadaan disana. ketika mulai mencari-cari informasi di internet, tiba-tiba teringat kalau nggak salah pernah punya teman orang Indonesia yang tinggal di Beijing. ah kenapa tidak menghubungi nya saja, jadi informasi yang didapat lebih akurat dan jelas.


Namanya uni Hafna, aku panggil Uni rupanya setelah kenal orang Minang juga ternyata. Dan ternyata alhamdulillah, dugaan ternyata benar. Uni Hafna bisa membantu. Dimulai dari penginapan dan tempat lokasi Training dilakukan pun dia tahu. Syukurlah jadi menghemat waktu. Tapi rupanya beliau sudah ga tinggal di Beijimg lagi dikarenakan masa kuliahnya yang sudah habis. Jadi cuma bisa ngebantu untuk menghubungi temannya yang masih tinggal di Beijing supaya ngebantu gw selama disana. Aku fikir nggak apa lah, setidaknya ada teman satu kampung walaupun beda propinsi di negeri orang pun awak sudah senang. Setidaknya nanti ada orang yang bisa di bawa ngoborol bahasa Indonesia. hha

Sebenarnya sangat beruntung, karena proses untuk pergi kesana ada saja kemudahannya, mbak hafna teman yang aku ceritakan sebelumnya ini sebenarnya adalah teman yang proses perkenalannya tidak sengaja, Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu melalui BBM, jadi ketika mau invite pin teman, rupanya nyambung ke PIN nya uni hafna (Salah add dah -_-). Tapi nggak apa nih, kebetulan ada teman yang tinggal di Beijing jadi keep contact saja, jadi nambah teman sekaligus saudara seiman yang tinggal di tempat nan jauh disana, dalam hati kefikiran siapa tahu nanti ada jalan-jalan ke beijing bisa nanya-nanya ke Uni Hafna, nggak tau nya kesampaian juga. Alhamdulillah 3 tahun kemudian ada berangkat ke Beijing juga. Makasih Uni Hafna, Insya allah aku bisa membalas kebaikan Uni Hafna. 😀

READ  Pengalaman pertama deportasi di Singapura

Bersambung.