Awalnya buat artikel di halaman blog ini untuk pengalaman pribadi sendiri, Ternyata setelah blog jadi dan sudah di posting.
Ada beberapa orang warga negara Indonesia yang rupanya sama-sama mengalami pengalaman serupa untuk case ini.

Jadi tak ada salahnya saya coba rangkum beberapa pengalaman dari rekan-rekan tersebut
yang diskusi ke saya mengenai apa langkah selanjutnya yang musti di ambil Jika mengalami hal yang serupa seperti ini.

Baiklah, inilah list beberapa orang yang pernah mengalami pengalaman Di Deportasi dari Negara Singapura.

1.Mba Rona

Mba ini chat whatsapp sekitar Bulan Juni 2017 sewaktu ramadhan, Beliau ini mau ke Singapore untuk jalan-jalan saja.
Eh, nggak taunya, tiba Imigrasi singapore di tolak untuk masuk.

Alasannya juga nggak jelas, karena terkadang kebijakan dari Imigrasi Singapor juga menetapkan boleh
menolak siapaun dengan alasan keamanannya.

Jadi jika mereka ragu terhadap seseoarang, ya udah..
Nggak boleh masuk.

Tapi kalau dari analisaku, Mba Rona ini di tolak karena beliau tidak ada tiket balek dari Singapore.
meski di jelaskan kalau ke Singapore jalan-jalan saja, dan pulangnya nanti tetap balik lagi dari Malaysia.

 

2. Koko Lin Ke

Nah, untuk koko yang satu ini juga punya pengalaman yang sama, pada bulan Sep 2018 via Mesengger Facebook ngecat untuk nanya
pengalaman yang sama.

Tapi case nya juga berbeda dengan sebelumnya.
Si koko nya dulu jujur kalau dulu pernah kerja tidak resmi disana.

jadi, dapat info dari Pihak imigrasi singapore 2 tahun nggak boleh masuk.
kalau si koko ini udah di kasih info 2 tahun tidak boleh masuk, jadi ada dapat gambarannya lah

Kalau saya tidak, jadi bingung juga kapan mau masuk atau apa yang harus di urus.

READ  Ciri orang berfikir positif

3.  Mba Marones

Di Awal January 2019 ini juga ada yang ngechat via Mesengger FB. Kalau dia katanya juga di tolak untuk masuk ke Singapore.
Mengenai alasanya apa juga tidak jelas, yang pasti katanya sewaktu dia di tolak masuk.

Ada banyak juga tourist dari negara lain yang kena deportasi, rata-rata cewe sih.
Dan katanya lagi pakaiannya juga rada-rada sexy, begitu juga dengan mba marones.

Kalau dalam analisa ku berarti lagi random check nih, atau lagi razia masalnya,
Sama dengan case ku yang pertama kali masuk, banyak juga dari tourist lain cewe yang kena deportasi juga
rata-rata problem nya sama, ya itu tu.. Pakaiannya terlalu sexy

Mungkin dari imigrasi sangka nya mereka bakal cari lelaki di singapore untuk jadi suami kali ya.
hha..

Kalau tidak salah itu juga jadi salah satu pertimbangan bagi mereka, Apalagi di passport
status nya masih single.

selain itu, yang kasiannya juga untuk mba dia kena suruh bayar biaya pesawat dan
biaya nginap selama di tahan di ruang imigrasi singapore.

kalau tidak salah dia bilang kena sebesar 3 juta euy.

Sewaktu yang aku kena pas pertama dan kedua, ya aku bilang nggak ada duit.
cuma ada 200 ribu, kalau mau ambil, kalau nggak yo wes..

Di tahan pun juga gpp, jadi aku bisa liburan bentar dari kerja yang padat..Gitu ku bilang.
hha

 

4. Mba Atika

Berbarengan dengan mba marones, sekitar seminggu sebelumnya yaitu masih di bulan January 2020  juga.
Rupanya ada lagi dari warga Indonesia kebetulan sama dari pekanbaru juga yang kena.

mba ini juga deportasi yang ke 2 kali nya.

READ  Cara agar bisa mengerjakan semua keinginan

Kalau case yang pertama, sepertinya sama dengan case ku juga.
yaitu tidak ada tiket balek karena dia mau pulang lewat batam, kemudian keluarga/sponsor yang ada di singapore
ketika di hubungi oleh pihak imigrasi tidak mengangkat telfon nya.

Karena mama nya tersebut lagi ke luar.

Ya otomatis dari pihak imigrasi langsung suruh pulang.

Untuk deportasi yang ke dua nya juga ternyata sama case nya dengan punya ku, Yaitu dia tidak membuat
surat resmi ke imigrasi yang menyatakan ingin masuk ke singapore lagi, biasanya ngurus nya kirim email

ke imigrasi singapore nya itu.

Untuk detailnya, mba atika udah ngasih info di artikel khusus nih, silahkan
di baca-baca saja di Pengalaman Mba Atika Kena Deportasi 2 Kali, siapa tau ada pelajaran yang bisa di ambil .

 

Ok, Kira-kira itu saja orang-orang yang punya pengalaman sama dengan saya tentang case di atas ini.
Jika ada rekan-rekan sekalian yang kebetulan pernah kena juga,

boleh dong kiranya share pengalaman kamu gimana,

Supaya nanti bisa menjadi masukan bagi rekan-rekan kita lainnya yang ingin berpergian kesana
untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan benar lagi.

 

Jika ada, silahkan komen di bawah ya, atau chat via WA, FB dll.