Woke Gaes, Seperti yang sudah saya info dari artikel sebelumnya,
Ini dia ada sedikit cerita dari salah satu rekan sebangsa dan setanah air yang mengalami nasib serupa.

Di deportasi dari Singapore karena ingin berkunjung ke tempat keluarga.

Seperti yang sudah-sudah, kita sebenarnya tidak bisa menyalahkan siapapun juga, terutama dari pihak imigrasi singapore nya
karena dari yang sudah saya alami dan beberapa pengalaman rekan-rekan yang bercerita,

kadang dari sisi kita juga yang menjadi penyebabnya.

Oleh karena itu, silahkan di simak pengalaman di bawah ini ya.
Ambil hikmah dan pelajarannya saja.

 

——————————————————————————————————————-

Siang Mas Fadil

 

Deportasi Pertama

Saya sering bolak balik singapore, saya punya saudara dan mama angkat disana. Saya sering ketempat mama angkat saya, dan kalo disana biasanya saya stay cukup lama kadang sampe 3 minggu saya stay disana.

Biasanya kalo kesingapore saya selalu beli tiket PP, dan gak pernah dijemput dibandara karna saya sering kesana dan rumah mama angkat saya ditampines gak terlalu jauh dari Changi

Akhir tahun libur kuliah, saya memutuskan liburan kesingapore,akhirnya tanggal 10 desember 2019 saya pergi ke singapore menggunakan pesawat scoot. Kali ini saya tidak membeli tiket PP karna saya berencana pulang lewat batam menggunakan ferry, saya ingin menghabiskan sisa liburan saya di batam. Saya berangkat dari pekanbaru pukul 08.00 WIB dan tiba pukul 10.000 waktu singapore. Kali ini masih pagi saya sampai singapore, saya segera kearah antrian imigrasi untuk cap passport. Karna masih pagi, antrian tidak terlalu padat dan lumayan sepi. Saya mendapatkan petugas imigrasi wanita keturunan Tamil, dan ada beberapa pertanyaan darinya.

🧕 : saya

👮‍♀️ : petugas imigrasi

 

👮‍♀️ : berapa lama anda stay disingapore?

🧕 : kurang lebih 20 hari, saya ingin merayakan tahun baru disini

👮‍♀️ : disini stay dimana? Dan tempat siapa? Kenapa lama disini?

🧕 : stay tempat mak cik, di daerah tampines, karna anak mak cik liburan keluar negeri jadi saya cukup lama disini dan ingin menemaninya dirumah

👮‍♀️ : apakah kamu punya tiket pulang?

🧕 : tidak, kali ini saya tidak beli tiket PP karna saya ingin pulang lewat batam menghabiskan sisa liburan semeter saya

👮‍♀️ : (menekan tombol, lalu seorang pria petugas imigrasi menghampiri saya) ikut dia ke office

🧕 : okay

 

Di counter depan office imigrasi yang tidak jauh dari tempat mengantri untuk cap passport

🧕 : saya

👮‍♂️ : petugas imigrasi keturunan Tamil

 

👮‍♂️ : kamu disini stay dimana? Dan punya tiket pulang?

🧕 : ditampines, tempat mak cik saya. Saya tidak punya tiket pulang karna saya ingin pulang lewat batam untuk menghabiskan sisa liburan saya

👮‍♂️ : boleh tuliskan nama lengkap mak cik dan no hp nya?

🧕 : okay

👮‍♂️ : (menghubungi mak cik saya) gak bisa dihubungi no hp mak cik kamu, siapa yg akan menjemput mu dibandara?

🧕 : hari ni mak cik saya ke johor baru, nanti sore pulang kesingapore. Jadi saya naik taxi kerumahnya dan tidak ada yg menjemput saya dibandara

👮‍♂️ : okay kamu ikut saya masuk office

 

Sesampainya didalam ruangan yg tidak terlalu besar ada beberapa kursi, dan didalam ruangan tersebut ada 2 ruangan kecil 1 untuk interview dan 1 untuk sidik jadi dan foto. Sampai diruangan tersebut saya disuruh duduk dan petugas imigrasi yg mengantar saya ke ruangan tersebut kembali keluar ke counter depan office. Saya berniat memberikan no hp pak cik saya (suami mama angkat) agar bisa dihubungi dan saya ingin menunjukkan berapa banyak saya bawa uang, dan saya ingin memperlihatkan kartu tanda mahasiswa saya, tapi petugas yg mengantarkan saya tadi langsung keluar saya menunggu dia masuk lagi tetapi setelah saya tunggu dia tidak kembali,didalam ruangan tersebut ada beberapa orang, terdiri dari pria dan wanita dari berbagai negara. Petugas imigrasi yg lain masuk kedalam ruangan, menanyakan salah satu orang yg didalam apa tujuannya kespore? Akan stay dimana? Dan mereka sempat ngobrol akhirnya bisa diberikan beberapa penjelasan, orang tersebut diizinkan masuk singapore.

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, petugas maskapai yg saya tumpangi masuk kedalam ruangan dan menghampiri saya. Dia memberitahukan, bahwa saya ditolak masuk singapore dan dia tidak tau apa penyababnya saya ditolak. Saya harus dipulangkan ke pekanbaru. Penerbangan kepekanbaru 2 hari lagi baru ada dari singapore dengan maskapai yang sama, karna saya pergi menggunakan maskapai scoot dan pulang harus pake scoot. Dia menawari saya pulang ke jakarta, karna hari itu ada penerbangan menuju jakarta lalu dia beri saya pilihan jika tidak ingin ke jakarta, Bandara apa yg terdekat dari pekanbaru. Jika saya pilih jakarta, jakarta lumayan jauh dari pekanbaru tiket pesawat jkt-pku mahal, menggunakan bus makan waktu. Akhirnya saya minta dipulangkan ke padang, tapi sayangnya maskapai tersebut hanya ada di 3 kota besar disumatra, palembang, medan, pekanbaru. Hari itu ada penerbangan ke medan dan palembang, saya pilih palembang karna saya pernah beberapa kali kepalembang dan palembang gak terlalu jauh dari jambi, dijambi saya memiliki banyak saudara. Akhirnya saya pilih kepalembang, dan keberangkatan kepalembang pada pukul 3 sore waktu singapore. Setelah deal petugas maskapai keluar, beberapa menit kemudian petugas imigrasi yg mengantarkan saya keruangan tersebut datang menghampiri saya, dia menanyakan boarding pass keberangkatan saya, saya disuruh masuk kedalam ruangan 1 x 2. Didalam ruangan kecil tersebut, saya disuruh sidik jari dan di foto kayak foto KTP, setelah selesai petugas tersebut keluar tanpa babibubebo memberikan saya kejelasan apa penyebab saya ditolak.

Setelah dia keluar, beberapa menit kemudian masuk Polisi wanita seumuran saya. Dia membawa saya ke office yg lumayan jauh dan masih didalam kawasan bandara, kami berjalan kaki dan dia cukup ramah. Saya sempat mengobrol padanya, dan menanyakan apakah dia tau apa penyebab saya ditolak? Dia bilang tidak tahu karna itu kewenangan petugas imigrasi, dia hanya seorang polisi dan disuruh untuk mengantar saya ke office tempat menunggu atau menginap para turis yg dideportasi. Di office tersebut para turis yg dideportasi diberikan makanan dan minum, tidak diperkenankan memegang hp, tas jinjing diletak didalam loker. Jika ingin mengambil hp dan menelpon keluarga, kita harus berdiri disebuah zona yg diberikan garis kuning tepat berada didepan meja petugas. Jadi jika ingin menelpon dan ngobrol dengan keluarga, akan kedengaran oleh petugas imigras.

Setelah saya makan siang, saya nonton TV sambil menunggu jadwal penerbangan ke palembang. Jam 2 siang saya keluar dari office tersebut dan dibawa ke ruang tunggu pesawat, saya diantar oleh polisi wanita. Passport saya diberikan pada pihak maskapai (pramugari), saya tidak perlu mengantri untuk masuk pesawat. Saya diantar oleh polisi wanita tersebut kedalam pesawat sebelum penumpang yang lainnya masuk ke pesawat, setelah beberapa menit semua penumpang masuk pesawat. Akhirnya pesawat take off, dan setelah menempuh perjalan kurang lebih 1,5 jam pesawat pun mendarat dibandara sultan mahmud badaruddin palembang.

Saya tidak bisa langsung keluar seperti penumpang lainnya, saya harus menunggu pramugari. Setelah pramugari datang menghampiri saya, saya diantar keluar pesawat. Dipintu keluar petugas bandara Palembang sudah menunggu, pramugari memberikan surat dan passport saya pada petugas bandara. Saya tiba dipalembang pukul 15.30 WIB, petugas bandara membawa saya keruangan imigrasi bandara. Didalam ruangan ada ibu-ibu sekitar umur 50 tahunan, dia adalah seorang petugas imigrasi. Petugas bandara memberikan passport dan surat dari imigrasi singapore kepada ibu tersebut, lalu ibu tersebut mengecek passport saya dan melihat surat yg diberikan. Ibu tersebut menanyakan kemana tujuan saya selanjutnya? Apakah saya ada keluarga dipalembang? Apakah ada bagasi yg harus saya ambil? Saya jawab, saya akan kejambi, dipalembang saya tidak ada keluarga, tadi didalam pesawat ketika menunggu penumpang mengantri keluar saya sempat menelpon travel menuju jambi dan pukul 5 nanti travel tersebut akan menjemput saya dibandara, dan ada 2 koper saya dibagasi. Lalu ibu tersebut menyuruh saya ambil koper, setelah ambil koper saya kembali menuju keruangan imigrasi tapi ruangan tersebut sudah tutup dan salah satu petugas memberitahu saya bahwa saya boleh keluar dan tidak perlu kembali keruangan imigrasi lagi

Jam 5 saya berangkat ke jambi, dan jam 12 malam saya sampai dijambi.

Dari singapore ke palembang tiket ditanggung oleh pihak imigrasi, dari palembang kejambi saya biaya sendiri hehehe

 

Deportasi Kedua

Tanggal 3 Januari 2020, mama angkat saya menelpon saya. Dia sangat rindu pada saya, dia menanyakan ketika ditolak kemaren apakah passport saya ada ditulis sesuatu? Dan apa isi surat dari pihak imigrasi singapore?

Saya memberitahu mama angkat saya bahwa passport saya gak ada ditulis apa-apa, dan isi dari surat imigrasi singapore saya ditolak karna tidak memenuhi syarat untuk masuk singapore dan disurat tersebut tidak ada keterangan berapa lama saya bisa masuk lagi ke singapore.

Lalu mama angkat saya bilang, bahwa nanti sore saya datang ke singapore. Untuk mencoba apakah bisa saya masuk atau tidak? Karna desember tahun kemaren saya ditolak walaupun jaraknya gak sampe satu bulan dari sekarang (3 januari 2020). Saya sempat ragu, tapi saya juga sangat rindu dengan mama angkat saya. Saya pikir yaudah coba aja, kan tiket dibeliin mama angkat.

Pukul 17.00 WIB saya menuju bandara, sesampainya saya dibandara langsung cek in tapi diberitahukan bahwa pesawat delay 2 jam dari seharusnya jadwal berangkat jam 18.00 WIB menjadi jam 20.00. Setelah menunggu kurang lebih 3 jam dibandara sultan Syarif Qasim, akhirnya pukul 20.00 pesawat take off. Pukul 10 malam waktu Singapore pesawat mendarat. Saya langsung keluar pesawat menuju keantrian imigrasi untuk cap passport, diluar anak mama angkat saya sudah menunggu untuk menjemput saya. Kali ini saya mendapatkan petugas imigrasi pria keturunan Melayu dan lebih ramah dibandingkan petugas wanita keturunan Tamil (tidak semua petugas keturunan Tamil galak, ada juga yg baik) ketika dideportasi yang pertama.

Petugas imigrasi pria keturunan Melayu tersebut menanyakan apakah sebulan lalu saya ditolak? Dan apakah saya sudah terima email dari pihak imigrasi singapore?

Saya jawab sebulan lalu saya ditolak dan tidak mendapatkan email comfirmasi apa-apa dari imigrasi singapore. Lalu seorang pria petugas imigrasi datang menghampiri saya dan membawa saya kecounter didepan office imigrasi. Dicounter tersebut saya disuruh sidik jari, dan mereka mencoba menghubungi mama angkat saya. Saya disuruh masuk office, kali ini hp saya tidak dicek. Setelah beberapa menit akhirnya mama angkat saya wa, dia bilang baru saja petugas imigrasi menelponnya, dan memberitahukan bahwa saya ditolak masuk singapore mama angkat saya harus appeal ke imigrasi singapore agar dalam waktu dekat saya bisa masuk singapore tanpa harus nunggu berbulan-bulan atau bahkan betahun.

Petugas imigrasi pria sepertinya keturunan campuran Melayu dan cina masuk ke office kali ini petugasnya lebih ramah dari pada petugas office imigrasi saat saya dideportasi pertama, Petugas tersebut berkata saya harus nginap dibandara karna sudah malam. Kali ini petugas imigrasi langsung yg menanyakan kemana tujuan saya akan pulang, tidak ada petugas maskapai yg datang menghampiri saya seperti saat dideportasi pertama kemaren. Saya memberitahukannya bahwa saya akan pulang kepalembang, setelah beberapa menit dia mengkonfirmasi pada saya besok pukul 11 waktu Singapore penerbangan menuju palembang menggunakan maskapai yg sama saat saya ke Singapore yaitu maskapai Scoot. Setelah dia keluar, lalu masuk seorang polisi pria. Dia mengantarkan saya ke office tempat menginap, yg seperti saya ceritakan pada saat dideportasi pertama didalam office tersebut tidak boleh pegang hp tanpa izin petugas, tas jinjing harus diletakkan didalam loker, dan saya tidur didalam ruangan yang tempat tidurnya bertingkat seperti diasrama. Disini ada beberapa turis yg ditolak masuk, ada yg dari filipina, cina dan beberapa negara lainnya yg tidak saya tahu. Turis dari cina tersebut seorang wanita seumuran dengan saya 23 tahun, dia ramah. Kami mengobrol, dia ditolak masuk Singapore karna dia belum menikah dan tidak memiliki pekerjaan hahahaha LOL alasan yg tidak masuk akal, tapi yaa begitulah singapore yg kata orang petugas imigrasinya suka moody dan terkadang random check.

Keesokan harinya pukul 10 saya diantar keruang tunggu keberangkatan, sama seperti saat dideportasi pertama diantar oleh petugas polisi tanpa harus ngantri masuk pesawat. Pukul 11 Singapore pesawat take off, pukul 11.30 WIB peswat mendarat di bandara sultan mahmud badaruddin Palembang. Petugas bandara sudah menjemput saya dan saya dibawa ke ruangan imigrasi, karna masih siang diruangan tersebut ada beberapa petugas imigrasi wanita dan pria, saya ketemu lagi dengan ibu-ibu petugas imigrasi yg kemaren saat saya dideportasi pertama. Ibu tersebut seperti kecewa dengan saya, dia menanyakan kenapa saya berani datang kespore lagi? Karna belum sebulan saya ditolak, lalu seorang petugas imigrasi pria berusia 55 tahunan masuk kedalam ruangan tersebut. Sepertinya dia adalah kepala imigrasi bandara palembang, dia menanyakan kenapa saya berani datang ke singapore karna belum sebulan ditolak masuk Singapore, apakah saya ada keluarga dipalembang? Apakah saya ada business disingapore makanya saya nekat datang kesingapore dalam waktu dekat?

Saya jawab santai dan sesekali tersenyum, saya disuruh mama angkat saya datang kesingapore, saya tidak ada keluarga dipalembang, saya hanya ingin berkunjung ketempat keluarga dan mama angkat disingapore saya tidak ada business disana, saya bertanya Kira-Kira berapa lama saya boleh masuk Singapore lagi? Petugas tersebut tidak tahu pasti berapa lama saya boleh masuk singapore lagi, dia berkata ada petugas imigrasi palembang yg ditolak masuk singapore selama 5 tahun dan tidak tahu apa penyababnya ditolak masuk kesingapore. Lalu dia sempat heran sama saya, karna saya terlihat begitu santai. Dia becanda menyuruh saya nangis karna ditolak Masuk kesingapore, akhirnya sembari ketawa kecil saya jawab ” Allah punya rencana lain kenapa saya ditolak masuk singapore, dan tidak ada yg perlu disesali” akhirnya petugas tersebut mengizinkan saya keluar dan menunggu travel ke jambi. Pukul 14.00 WIB travel datang menjemput saya, dan kami berangkat menuju jambi.

 

NB : sebenarnya mama angkat saya mau appeal ke imigrasi Singapore agar dalam waktu dekat saya bisa masuk Singapore, yaa paling lama menunggu konfirmasi dari pihak imigrasi singapore sekitar 2 bulan. Setelah 2 bulan dapat konfirmasi imigrasi Singapore saya bisa masuk singapore lagi, Tanpa menunggu ketidak pastian seperti sekarang berapa lama saya bisa masuk singapore? Ada yg bilang 1 tahun, bahkan ada yg bilang 5 tahun. Sebab disurat yg saya terima sama seperti saat dideportasi pertama tidak ada penjelasan berapa lama saya harus menunggu bisa masuk singapore.

Tapi karna saya tidak ingin temakan budi mama angkat saya, jadi saya tolak tawaran mama angkat saya. Sebenarnya mama angkat saya mau menjodohkan saya dengan anaknya, tapi saya tidak bisa terima karna satu hal yg tidak bisa saya sebutkan disini. Oleh sebab itu makanya saya tolak tawaran mama angkat saya untuk appealkan saya keimigrasi singapore

 


Nah, itu dia sedikit cerita dari rekan kita tersebut,
dari cerita yagn sedikit di atas, dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut :

1.Deportasi pertama di karenakan tidak ada tiket balek dari Singapore nya dan Sponsor yang ada Di singapore tidak bisa di hubungi
2. Deportasi Kedua dikarenakan tidak mengurus surat izin masuk karena case yang pertama.

Tapi dari sedikit cerita di atas, yang menjadi keuntungan dari mba ini ya dia tidak dikenakan biaya pesawat sama sekali.

Berbeda dengan saya dan rekan lainn yang pernah kena biaya pesawat.
🙁

 

Jadi mudah2an info di atas bermanfaat ya,
Silahkan comment di bawah jika ada yang ingin di tanyakan

5 1 vote
Article Rating